Desa Toya, Kecamatan Aikmel – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi Tahun 2026 melaksanakan kegiatan pemasangan papan informasi Timba Pituq di kawasan Ekowisata Loang Gali, Desa Toya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang bertujuan mendukung pelestarian warisan budaya sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di kawasan mata air bersejarah tersebut.
Papan informasi yang dipasang memuat sejarah singkat Timba Pituq, nilai budaya masyarakat, keunikan mata air, serta cerita rakyat yang berkembang di tengah masyarakat Desa Toya. Informasi tersebut disusun sebagai media edukasi bagi masyarakat dan wisatawan agar lebih mengenal sejarah serta pentingnya menjaga kawasan Timba Pituq sebagai bagian dari identitas budaya Desa Toya.
Timba Pituq merupakan salah satu mata air bersejarah yang dipercaya masyarakat memiliki nilai sakral dan menjadi bagian dari perjalanan sejarah Kerajaan Selaparang. Hingga saat ini, kawasan tersebut masih dijaga kelestariannya dan menjadi lokasi yang dihormati oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, pemasangan papan informasi diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan, menghormati adat istiadat, serta tidak merusak lingkungan di sekitar kawasan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan, sumber mata air, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur. Upaya pelestarian ini diharapkan mampu menjadikan Timba Pituq sebagai destinasi ekowisata edukatif yang tetap mempertahankan nilai sejarah dan kearifan lokal.
Program pemasangan papan informasi ini menjadi salah satu bentuk pengabdian nyata mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal. Dengan tersedianya media informasi yang informatif dan menarik, masyarakat maupun wisatawan diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian alam, budaya, dan pengembangan wisata berkelanjutan di Desa Toya.
"Jaga Alam, Lestarikan Budaya, Untuk Generasi Mendatang."
Desa Toya, Kecamatan Aikmel – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hamzanwadi Tahun 2026 melaksanakan kegiatan pemasangan papan informasi Timba Pituq di kawasan Ekowisata Loang Gali, Desa Toya, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang bertujuan mendukung pelestarian warisan budaya sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di kawasan mata air bersejarah tersebut.
Papan informasi yang dipasang memuat sejarah singkat Timba Pituq, nilai budaya masyarakat, keunikan mata air, serta cerita rakyat yang berkembang di tengah masyarakat Desa Toya. Informasi tersebut disusun sebagai media edukasi bagi masyarakat dan wisatawan agar lebih mengenal sejarah serta pentingnya menjaga kawasan Timba Pituq sebagai bagian dari identitas budaya Desa Toya.
Timba Pituq merupakan salah satu mata air bersejarah yang dipercaya masyarakat memiliki nilai sakral dan menjadi bagian dari perjalanan sejarah Kerajaan Selaparang. Hingga saat ini, kawasan tersebut masih dijaga kelestariannya dan menjadi lokasi yang dihormati oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, pemasangan papan informasi diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pengunjung untuk menjaga kebersihan, menghormati adat istiadat, serta tidak merusak lingkungan di sekitar kawasan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan, sumber mata air, dan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur. Upaya pelestarian ini diharapkan mampu menjadikan Timba Pituq sebagai destinasi ekowisata edukatif yang tetap mempertahankan nilai sejarah dan kearifan lokal.
Program pemasangan papan informasi ini menjadi salah satu bentuk pengabdian nyata mahasiswa KKN Universitas Hamzanwadi dalam mendukung pembangunan desa berbasis potensi lokal. Dengan tersedianya media informasi yang informatif dan menarik, masyarakat maupun wisatawan diharapkan dapat memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian alam, budaya, dan pengembangan wisata berkelanjutan di Desa Toya.
"Jaga Alam, Lestarikan Budaya, Untuk Generasi Mendatang."